Rasulullah SAW bersabda:
“Bagi orang yang mengerjakan shalat mendapatkan tiga macam (kebaikan), yaitu: Malaikat mengerumuninya sejak dari telapak kaki sampai ke atas langit, kebaikan turun kepadanya dari atas langit sampai atas kepalanya, dan malaikat berseru “Seandainya orang yang sedang shalat ini mengetahui dengan siapa ia berbicara (berkomunikasi), niscaya ia tidak akan mau berhenti (dari shalatnya)”.
Dari Ka’ab Al Ahbar ra. Bahwasanya ia berkata :”Seandainya salah seorang diantara kamu sekalian bisa melihat pahala dua rakaat dari shalat sunnah, niscaya ia akan melihat bahwa pahalanya itu lebih besar daripada gunung yang menjulang tinggi. Sedangkan pahala shalat wajib maka jauh lebih besar lagi”.
Subhanallah…!!!
Dari Samurah bin Jundub dari seorang sahabat Rasul, bahwasanya beliau bersabda: “Shalat sunnah seseorang didalam rumahnya itu lebih banyak pahalanya dibandingkan shalat sunnah di depan orang banyak, yaitu seperti keutamaan shalat jama’ah atas shalat sendirian”.
Dari Nabi SAW. Beliau bersabda :”Shalat sunnah seseorang didalam rumahnya itu merupakan cahaya, maka cahayailah (terangilah) rumah-rumahmu”.
Dari Abu Hurairah ra.Nabi SAW bersabda :
“Barangsiapa yang mengerjakan shalat sunnah 20 raka’at antara maghrib dan isya maka Allah akan memelihara keluarga, agama, dunia, dan akhiratnya. Dan barangsiapa yang mengerjakan shalat subuh lalu ia duduk ditempat shalatnya sampai matahari terbit, kemudian ia menegerjakan shalat dua raka’at, maka Allah membuatkan dinding (penghalang) baginya dari api neraka nanti pada hari kiamat”.
Zaid bin Aslam meriwayatkan dari Umar ra.dimana ia berkata :”Saya berkata kepada Abu Dzarr ra.”Nasihatilah saya wahai paman”. Abu Dzarr berkata: saya telah meminta kepada Rasulullah SAW seperti apa yang kamu minta kepada saya, lalu beliau bersabda:
“Barangsiapa yang mengerjakan shalat dhuha dua raka’at, maka ia tidak akan dicatat termasuk orang-orang yang lupa. Barangsiapa yang mengerjakannya empat raka’at, maka ia dicatat termasuk orang-orang yang ahli ibadah. Barangsiapa yang mengerjakannya enam raka’at, maka pada hari itu tidak akan terkena dosa. Barangsiapa yang mengerjakannya delapan raka’at, maka ia dicatat termasuk orang-orang yang sangat taat. Dan barangsiapa yang menegrjakannya 12 raka’at, maka dibangunkan sebuah rumah baginya didalam syurga”.
Ada yang mengatakan bahwa keutamaan shalat sunnah diwaktu malam atas shalat diwaktu siang adalah seperti keutamaan shadaqah secara sembunyi-sembunyi atas shadaqah secara terang-terangan.
Dari Anas bin Malik ra.dari Nabi SAW beliau bersabda:
“Tidak ada suatu tempat yang dipergunakan untuk shalat dan berdzikir kepada Allah, melainkan tempat itu akan merasa gembira dengan yang demikian itu sampai kedasar bumi yang ketujuh, lalu ia berbangga kepada tempat yang berada disekitarnya. Dan tidak ada seorang hamba yang berada ditengah hutan yang bermaksud untuk mengerjakan shalat, melainkan bumi akan berhias untuknya”.
Diceritakan dari Khalid bin Ma’dan bahwasanya ia berkata: “Saya mendapatkan informasi bahwa Allah berbangga kepada Malaikat dengan 3 kelompok orang, yaitu:
1. Seseorang yang berada ditengah hutan, lalu ia beradzan dan beriqamah kemudian mengerjakan shalat sendirian; maka Allah Ta’ala berfirman :”Lihatlah hambaKu yang mengerjakan shalat sendirian tanpa seorangpun yang melihatnya selain Aku, hendaknya 70.000 Malaikat turun dan mengerjakan shalat dibelakangnya”.
2. Seseorang yang bangun diwaktu malam lalu mengerjakan shalat sendirian, dimana ia sujud, dan setelah itu ia tidur dan dianggap sedang sujud; maka Allah Ta’ala berfirman:”Lihatlah hamba-Ku yang nyawanya ada pada sisi-Ku dan tubuhnya sedang bersujud kepada-Ku”.
3. Seseorang yang berada ditengah-tengah medan peperangan, dimana ia tetap tegar hingga terbunuh”.
Beberapa episode yang lalu telah dibahas mengenai shalat sunnah di program tausiyah Titian Iman masih bersama dengan Aa’ Hadi di O’Channel. Beberapa keutamaannya pun telah dibahas secara rinci. Pada episode Titian Iman kali ini diresumekan kembali mengenai Keutamaan Shalat Sunnah.
Setiap amal yang disertai keteladanan rasul (sunnah) memiliki nilai pahala kebaikan. Allah berfirman dalam Surat Ali Imran, QS. 3:31
قُلْ إِن كُنتُمْ تُحِبُّونَ اللَّهَ فَاتَّبِعُونِي يُحْبِبْكُمُ اللَّهُ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ ۗ وَاللَّهُ غَفُورٌ رَّحِيمٌ ﴿٣١﴾
Katakanlah: “Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu.” Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang
(Ali Imran, QS. 3:31)
Ayat di atas menjelaskan bahwa Allah memerintahkan kepada Rasul Muhammad Sallallahu ‘Alaihi wa Sallam kepada seluruh umat manusia bahwa jika ingin mendapatkan cinta dan ampunan Allah hendaklah mengikuti apa yang telah dicontohkan Rasulullah. Satu hal yang perlu diingat, segalanya harus diniatkan lillahi ta’ala. Sekali lagi, jangan sampai salah niat, karena jika salah niat bukan karena Allah maka kita tidak akan mendapatkan apa-apa.
Ketika kita dicintai Allah niscaya Allah akan senantiasa melindungi perjalanan hidup kita. Allah juga akan mengampuni segala dosa-dosa kita, dosa kepada suami, istri, orang tua, anak, teman, tetangga, dosa diri sendiri kepada Allah, baik yang tersembunyi maupun yang terang-terangan sepanjang amalan yang kita lakukan ikhlas lillahi ta’ala. Ketika kita mampu meluruskan niat dengan benar dan sempurna, memasrahkan segalanya kepada Allah, niscaya Allah akan mencurahkan cinta dan ampunan untuk kita.
Lakukan segala amalan wajib dan sunnah dengan penuh kesungguhan. Prioritaskan semua. Perlakukan semua seolah-olah sebagai ibadah wajib seperti halnya rasul. Seorang istri ketika berkewajiban melayani suami, hendaknya tidak meninggalkan shalat sunnah tahajudnya. Jika segalanya disertai dengan kesungguhan hati, niscaya tidak ada yang berat. Allah yang akan menuntun kita untuk menggerakkan tubuh kita untuk bersujud dan bersyukur kepada-Nya. Bahkan seorang istri yang mengambilkan satu gelas air untuk suaminya ketika dilakukan dengan ikhlas lillahi ta’ala, niscaya nilai pahalanya setara dengan pahala haji/umrah yang mabrur. Subhanallah. Begitu juga sebagai suami juga hendaknya mengajak istri dan keluarganya menjalankan qiyamul lail. Jadilah imam yang baik yang menjadi motivator bagi keluarga untuk semakin mendekatkan diri dan bersyukur kepada Allah. Saling menjaga diri dan keluarga dari siksa api neraka. Sibukkan malam-malam untuk mengingat Allah dengan menjalankan shalat sunnah tahajud dan shalat sunnah yang lain di sepertiga malam terakhir. Pikirkan bahwa hidup di dunia hanyalah sementara, kehidupan di akhiratlah yang kekal. Karenanya, kita perlu mengumpulkan bekal sebanyak-banyaknya. Jalani hidup ini dengan sungguh-sungguh, karena jika kita menjalaninya setengah-setengah niscaya kita akan merasa berat dalam menjalankannya.
Jadikan rumah tangga sebagai ladang amal. Seorang istri harus pandai me-manage waktunya, kapan saat melayani suami, anak, orang tua, lingkungan, dan kepada Allah. Acuhkan bisikan-bisikan syetan yang menyesatkan. Bertaawudzlah yang benar. Jangan hanya di lisan namun disertai dengan ilmu dan ikhtiar. Misalnya, tentang seorang perempuan yang shalat di masjid sepanjang tidak mengundang fitnah maka diperbolehkan, apalagi jika rumahnya dekat dengan masjid dan sepanjang niatnya ikhlas lurus lillahi ta’ala. Dan usahakan ketika suami pulang ke rumah, sang istri sudah sampai di rumah duluan untuk menyambut kedatangan suami dan urusan rumah tangga tidak terbengkalai. Namun jika dengan shalat di masjid (bagi perempuan) dikhawatirkan menimbulkan fitnah, lebih baik shalat di rumah saja.
Hendaknya kita memperlakukan ibadah sunnah sebagi ibadah wajib sebagai bentuk ketaqwaan kepada Allah. Ibadah sunnah adalah ibadah yang dicontohkan rasul, sedangkan ibadah wajib adalah ibadah yang diperintahkan dari Allah secara langsung melalui rasul. Dikisahkan rasul menjalankan qiyamul lail sampai bengkak kakinya, padahal kita tahu bahwa rasul telah terjamin masuk surga. Ketika kita mencintai rasul, tidak cukup hanya dengan rajin bershalawat, namun berupaya meneladani apa yang dicontohkan rasul. Jangan sampai rajin shalawat, namun masih susah memaafkan orang lain, rajin membalas kejahatan dengan kejahatan, jarang senyum. Teladani rasul, yakini setiap detik sebagai jalan ibadah kepada Allah.
Bertaqwalah sesuai dengan kemampuan dan lakukan dengan kesungguhan hati. Banyak mempunyai majelis taklim bagus sebagai upaya memperkuat silaturahim. Yang utama adalah dengan sering melakukan amalan, baik itu berupa shalat sunnah maupun amalan yang lain, hati semakin suci, tidak takabur ataupun sombong dan menghindari keluh kesah serta menjauhi ghibah.
Ketika kita masih menjalankan ibadah sunnah kadang rajin dan kadang tidak, atau rajin ibadah ketika sedih saja itu artinya ibadah kita belum istiqomah. Segerakan sempurnakan dan istiqomahkan ibadah kita dan perbanyaklah doa agar terhindar dari kemalasan, dan mensegerakan untuk mengerjakan ibadah wajib dan sunnah.
Pelaksanaan shalat sunnah tahajud boleh dilakukan 2 rakaat salam, bisa juga dengan 4 rakaat salam dengan urutan 4-4-3 (yang diakhiri dengan 3 rakaat shalat sunnah witir). Ketika kita memilih 4 rakaat salam adalah dengan tidak melakukan tahiyat awal. Silahkan memilih melakukan yang diyakini karena yang utama adalah setelahnya kita menjadi pribadi yang tepat waktu, yang mengutamakan ibadah sunnah sebagaimana ibadah wajib dan senantiasa berkomunikasi dengan Allah. Yakini semakin dekat dengan Allah niscaya ujian yang menimpa akan semakin banyak sebagai wujud kebaikan dari Allah agar kita semakin dekat dengan-Nya dan surga-Nya. Semakin banyak dan sempurna kita menjalankan amalan wajib dan sunnah maka akan semakin banyak rahmat Allah yang tercurah untuk kita.
sumber : dari berbagai sumber
Artikel Cari Di Sini
Monday, November 30, 2009
Keutamaan Shalat Sunnah
Kecelakaan Maut Di Lampung
Kecelakaan terjadi kemarin 30 Nov 2009 tepatnya di jalur lintas sumatra dekat SMA N1 Natar Lampung Selatan naas 4 mobil bertabrakan beruntun sekaligus dan sebuah sepeda motor juga menjadi korban, akan tetapi dalam tragedi ini tak satupun terdapat korban yang tewas....
Berikut liputannya......
Fanter Tertimpa Cold Disel bermuatan kayu....
Mobil Avanza Hancur......
Vuso Penyebab terjadinya kecelakaan ....
Avanza renyek dan ringsek....
Vuso naas penyebab semua ini terjadi....
Motor Naas yang menjadi korban dalam tragedi ini...
Motor tidak mengalami rusak parah akan tetapi pengendaranya.......?
(Yasa)
Tuesday, November 24, 2009
Bandar-Lampung
Bandar Lampung
Bandar Lampung is one of the existing capital of the southern Sumatran city is the midpoint of Jakarta and Medan Bandar Lampung point is a city located in the middle of the population in Medan, Aceh and Bengkulu seta Palembang.
Bandar Lampung famous for its beach tourism which is the condition of Lampung Province on the outskirts of the sea from the beach or mountain chain, to reach the city of Bandar Lampung, if we come from the city of Jakarta will travel to the travel from Jakarta to Bandar Lampung takes approximately 6 -8 hours of sea and land travel, but if through the air path distance between Jakarta and Bandar Lampung only takes about 2 hours.
Indeed, if the air path through a relatively short time required but not memorable because we are not able to enjoy the lovely scenery if by land.
Bandar Lampung city itself has made progress in line with the progress of time which was formerly Bandar Lampung, lonely regular tidah now there are many such storied building in other cities.
Bandar Lampung If teman2 would come here do not miss to stop by the beach beach located on the outskirts of Bakau Heni road to Bandar Lampung ... Because the beautiful coastal scenery and many varied culinary hehhehe
(By aliyasa. 25 11 09)
Thursday, November 19, 2009
Palm Bonsai Potential Lampung

Are dwarf palm that grows in a pot can be called a bonsai? Why all this as if there is no recognition that there are coconut bonsai? Such lawsuits are not only appeared a couple of times, especially in the city of Lampung, including entering the Green Hobby editor. One of the lawsuit such as SMS content below:
I am a coconut, the age of 18 years, height of only 70 cm. Why have not I received a member PPBI? Is it because I did not fork?
From the contents of SMS, there is the impression, that during this palm bonsai yet, or even not get the recognition to be called bonsai. And the recognition that (should) come from the only organization penghobi bonsai, namely PPBI. Even more recognition from the jury bonsai, which manifested (for example) there is a bonsai palm œbenderaâ € â €?? in a contest bonsai.
Coconut assumption that there is still worthy to be called bonsai, bonsai exhibition proved in Lamongan (3-12/6), there are included coconut bonsai. Bonsai exhibition in Jember some time ago there was also bnsai coconut, which set the style landscape. It is not possible in a bonsai exhibition in other places there is also a coconut bonsai. And then people think, â € coconut œoo indeed be called bonsai. The evidence, could come pameran.â €??
If the parameter is used, then not only the coconut. Bonsai exhibition in Lamongan, too, there are bamboo bonsai, that (pulling) instead crowned as the best bonsai bonsai second of the three favorites. Bonsai exhibition in Pamekasan years ago, in fact there are bonsai papaya. In fact, it is said in the ASPAC I bonsai exhibition in 1991, had no banana bonsai.
So, if you only take part in the exhibition, it was the right committee. Moreover, the same owner to fulfill its obligation as a participant, that is paying the cost of registration. Problem jurors admit, assess, or even win, is another matter. At most there is a commented, â € say œkelapa kok bonsaiâ €??. The same thing applies to bamboo, papaya and banana.
It is true that from the definition of origin according to said (etymology), that bonsai originated from Japanese, Bon (the container) and Sai (plant). But not all the plants in pots / containers can be called bonsai.
On many occasions, senior penghobi bonsai, Wahjudi D. Sutomo argued, that bonsai is a small tree, whose growth is set, looking attractive, shapely, dark impression and planted in pots.
If it only refers to this definition, in fact can be classified in coconut bonsai. Because coconuts can be made into a small tree, growth can also be arranged, and planted in pots. In fact, not only the old impression, but the coconut dibonsai certainly has become an old plant.
Except for two items, namely œberpenampilan menarikâ â € €?? and œberbentuk indahâ â € €??, then the coconut bonsai simply can meet these requirements, but it is difficult to improve its quality. That is, something interesting and beautiful is that there are degrees. There is an interesting bonsai and beautiful, but there is a more interesting and more beautiful and there's nothing much more interesting and far more beautiful, even on it anymore.
Therefore, to increase the degree of interesting and beautiful that it made a variety of ways, ranging from essentially forming the motion, set the ramifications, perantingannya designing, forming the canopy, creating a drought, bunjin, up by changing his style.
Such characteristics can not be done on bonsai palm, which grows only formal, upright, that the canopy shape-that's all, no twigs and branches that can be arranged. Palm bonsai is interesting, because it is unique. Palm bonsai are beautiful, but the beauty of it just got there. Can not be increased again.
So, if there is still insisting that oil can dibonsai, yes it is possible. That there coconut bonsai, it is also legitimate. So why PPBI not admit? This question does not need to ask mustinya because PPBI not eligible institution baptize whether bonsai palm (or any tree) deserve the name of bonsai or not. There need be no recognition of PPBI, because during this PPBI also never given the same recognition to another tree.
Problem recognition from the jury bonsai? Well, it was later used. Because the jury had been bound by the standard rules for judging bonsai. There are columns that must be filled, namely: overall appearance, Basic Motion, maturity, and inspiration. Coconut, bamboo or papaya and bananas, will fall into a winner when judged by these columns.
source / bonsaisidoarjo.wordpress.com
No related posts.